Hari ini tgl 22 juni, saya berniat untuk pergi ke asus center yang berada di kelapa gading. susah susah gampang sih soalnya ayah saya tidak tau
kebetulan si ayah libur dan saya pun off kerja, langsung tancap lah ke TKP, ya sebelumnya juga sempet telpon ke asus centernya sih.
untung berbekal si ayah yang tau tempat akhirnya tempat pun mudah di temukan hehee. diperjalanan hanya diam dan sibuk dengan masing2. ayah sibuk menyetir dan saya pun sibuk dengan hp yang saya genggam. soalnya lagi tweet-an sama personil bondan prakoso & fade2black
*My favorite
Alhasil setelah sampai disana akhirnya permasalahannya pun kelar dan sempat berpikir, kalo aja dulu jurusan saya itu di lanjut mungkin saya pasti bisa bekerja di asus. tertarik dengan kerjaannya, orang yg melayani saya pun ramah dan sopan sehingga penjelasannya mudah di mengerti dan tidak basa basi. wahh keren nih customer servicenya.
Lanjut tanpa pikir panjang kita pun pulang, di perjalanan ini ayah membuka pembicaraan karna melihat plat nomer yang berwarna. ohya, saya dan ayah bisa di bilang tidak dekat, terkadang untuk meminta sesuatu pun saya hanya bilang ke mamah BUKAN ayah. entah kita itu sedikit bertolak belakang, sempet bingung keinginan ayah dan saya tergolong beda. Tak heran saya berbicara dengan ayah hanya seperlunya, ketemu pun hampir beberapa jam dalam sehari.
Pembicaraan awal itu dibuka saat ayah menceritakan kecelakaan itu, sempet merinding kalo denger kecelakaan ayah itu, hanya bisa berdoa dan berharap selalu diberikan keselamatan untuk ayah
Ayah bercerita tragedi kecelakaan itu sehingga dia sekarang keadaannya seperti ini, saya hanya bisa diem dan tak berkata. Sebenarnya mungkin kita kompak yah? terkadang kalo saya berdua dengan ayah bepergian seringnya ngobrol nyambung.
Mungkin dengan keadaan saya yang sekarang yang sudah mulai dewasa, obrolan nya pun membicarakan masa depan. Jujur, saya baru tau masalah apa yang di alami ayah saya selama ini. ia bercerita bagaimana punya rumah, punya ini, punya itu, *dengernya pun semakin dewasa saya.
Ia bilang, lebih baik untuk beli tanah, saya masih bingung dengan pikiran ayah. mungkin nanti jawabannya akan datang. tapi saya masih punya mimpi yang belum saya capai. Bingung dengan perkataan ayah itu.
Saya baru sadar, ternyata bagi dia keluarga itu segalanya. Ia rela mencari upah hanya untuk demi keluarga, ia juga bilang zaman sekarang susah cari uang maka jangan di sia-sia in. tambah sedih dah saat ayah berceritaa *sedih euy
Sebenarnya saat2 seperti yang saya tunggu, dulu saya pernah beranggapan bahwa ayah saya itu tidak ada apa2nya MUNGKIN karena kita yang jauh, sering beranggapan bahwa ayah selalu tidak mengerti keinginan dan kemauanku
tapi saat2 seperti ini *bepergian* mungkin juga di saat dewasa seperti ini saya bisa menangkap pembicaraan orangtua. wahh sekarang aku bangga dengan ayahku. tq dad! you always the best
Salam
Anton





